Rabu, 01 Februari 2012

Prasastu-Prasasti di Indonesia

1. Prasasti Kerajaan Kutai
Kerajaan Kutai terletak di sekitar aliran Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Menurut bukti prasasti yang ditemukan, Kutai  merupakan kerajaan tertua di Indonesia. Prasasti Kutai itu ber- bentuk  tugu atau yupa yang berbahasa sanskerta dan huruf pallawa.  Dalam salah satu prasasti dinyatakan nama-nama raja seperti  Kudungga, Aswawarman, dan Mulawarman sebagai peringatanupacara kurban. Dilihat dari bentuk tulisan pada yupa diduga  prasasti itu dibuat pada abad ke-5 Masehi. Raja terkenal Kutai adalah Mulawarman, seperti diungkap- kan pada salah satu yupa berikut ini: ”Sang Maharaja Kudungga  yang amat mulia mempunyai putra yang masyur yang bernama  Aswawarman. (Dia) mempunyai tiga orang putra yang seperti api.  Yang terkemuka di antara ketiga putranya adalah sang Mulawarman, raja yang besar, yang berbudi baik, kuat, dan kuasa, yang  telah upacara korban emas amat banyak dan untuk memperingati  upacara korban itulah tugu ini didirikan”. 
Ia sering disamakan dengan Ansuman, yaitu Dewa Matahari. Raja Mulawarman dikenal sangat dekat dengan rakyatnya. Ia  juga memiliki hubungan yang baik dengan kaum Brahmana yang  datang ke Kutai. Diceritakan bahwa Raja Mulawarman sangat  dermawan. Ia memberi sedekah segunung minyak dan lampu. Ia  juga memberikan hadiah 20.000 ekor lembu kepada Brahmana di suatu tempat yang disebut Wafrakeswara. Wafrakeswara adalah  tempat suci untuk memuja Dewa Siwa. Dengan demikian, dapat  kita simpulkan bahwa Raja Mulawarman menganut agama Hindu  Siwa. Dari besarnya sedekah Raja Mulawarman ini memperlihat- kan keadaan masyarakat Kutai yang sangat makmur. Kemakmu- ran ini didukung oleh peranan yang besar. Kerajaan Kutai dalam  pelayaran dan perdagangan dunia. Hal ini disebabkan karena letak  Kutai yang sangat strategis, yaitu berada dalam jalur perdagangan  utama Cina−India.

2. Prasasti Kerajaan Tarumanagara
Kerajaan Tarumanagara terletak di daerah Bogor,  Jawa Barat.  Adanya kerajaan tertua di Pulau Jawa ini, didukung oleh beberapa  prasasti, seperti:
(1) Prasasti Ciaruteun/Ciampea (Bogor)
Prasasti Ciaruteun ditemukan di dekat muara Cisadane. Pra- sasti itu ditulis pada sebuah batu besar disertai cap sepasang  telapak kaki. Terjemahan tulisan prasasti itu antara lain: Ini bekas sebuah kaki yang seperti kaki dewa Wisnu, ialah kaki  Yang Mulia Purnawarman, raja negeri Taruma yang gagah berani  di dunia.
(2) Prasasti Kebon Kopi (Bogor)
Prasasti ini ditemukan di Cibungbulang, Bogor. Dalam  prasasti ini terdapat gambar dua telapak gajah yang disama- kan dengan telapak gajah Airawata (gajah kendaraan Dewa  Wisnu). Terjemahan tulisan prasasti itu antara lain: Di sini tampak sepasang dua telapak kaki.... yang seperti Airawata, gajah penguasa Taruma (yang) agung dan ... kejayaan. Isi prasasti tidak dapat dibaca selengkapnya karena ada bagian tulisan yang sudah usang.
(3) Prasasti Tu g u (Cilincing, Jakarta)
Prasasti ini ditemukan di Desa Tugu, Cilincing, Jakarta Utara.  Prasasti ini merupakan prasasti Tarumanagara yang terpanjang  dan terpenting. Isinya antara lain tentang penggalian sebuah  saluran sepanjang 6112 tumbak (lebih kurang 11 Km), yang  bernama Gomati. Penggalian itu dilakukan pada tahun ke−22  pemerintahan Raja Purnawarman. Pekerjaan penggalian  diselesaikan dalam waktu 21 hari. Setelah selesai, diadakan  selamatan di mana raja memberikan hadiah 1000 ekor sapi  kepada para Brahmana. Di samping itu, prasasti tugu menyebutkan penggalian sungai  bernama Candrabaga. 
(4) Prasasti Muara Cianten (Bogor)
Prasasti ini ditulis dengan huruf ikal dan belum dapat dibaca. 
(5) Prasasti Jambu (Leuwiliang)
Prasasti ini ditemukan di Bukit Koleangkak, termasuk perke- bunan Jambu, kira−kira 30 km sebelah barat Bogor. Prasasti  ini berisi sanjungan kebesaran, kegagahan, dan keberanian  Raja Purnawarman. 
(6) Prasasti Lebak (Banten)
Prasasti Lebak ditemukan pada tahun 1947. Prasasti ini  hanya terdiri atas dua baris kalimat. Corak tulisan mirip  dengan tulisan pada prasasti Tugu. Isinya memuji kebesaran  dan keagungan Raja Purnawarman. Sumber prasasti Tarumanagara dibuat dengan bahasa Sans- kerta dan huruf Pallawa. Dari salah satu prasasti diketahui diketahui Raja terkenal dari Tarumanegara adalah Purnawarman.  Hal itu seperti diungkapkan dalam prasasti Ciaruteun, yaitu: ”Ini adalah dua tapak kaki Raja Purnawarman raja dari negeri Taruma,  raja yang gagah berani”. Purnawarman pun dikenal sebagai raja  yang memperhatikan masalah pertanian dan peternakan yang  diungkapkan dalam prasasti Tugu.
3. Kerajaan Sriwijaya
Prasasti-prasasti yang berkaitan dengan kerajaan Sriwijaya antara lain:
(1) Prasasti Kedukan Bukit
Isi Prasasti menyatakan bahwa Dapunta Hyang mengada- kan perjalanan suci  (sidhayarta) dengan perahu dan membawa 2.000 orang. Dalam perjalanan tersebut, ia berhasil  menaklukkan beberapa daerah.
(2) Prasasti Talang Tuwo
Isi prasasti menyatakan pembuatan taman bernama Srikse- tra. Taman itu dibuat oleh Dapunta Hyang untuk kemakmuran semua makhluk.
(3) Prasasti Telaga Batu
Isi prasasti menyatakan kutukan bagi rakyat yang melakukan  kejahatan dan tidak taat pada perintah raja.
(4) Prasasti Kota Kapur
Isi prasasti menyatakan usaha Kerajaan Sriwijaya untuk  menaklukkan Jawa yang tidak setia kepada Sriwijaya.
(5) Karang Berahi
Isi kedua prasasti menyatakan permintaan dewa agar menjaga Kerajaan Sriwijaya dan menghukum setiap orang yang  bermaksud jahat.

0 komentar:

Poskan Komentar